Setan adalah musuh bagi manusia. Musuh yang nyata. Permusuhan telah dikobarkan sejak masa penciptaan ayah kita Adam ‘alaihis salam. Iblis yang sombong telah bersumpah bahwa ia beserta pasukannya akan menyesatkan keturunan Adam ‘alaihis salam kecuali sebagian kecil dari mereka (anak keturunan Adam ‘alaihis salam) yang dilindungi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Allah Ta’ala mengabadikannya dalam surah al-Isra’ ayat 62,
لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا
“Aku benar-benar akan menyesatkan anak keturunannya kecuali sebagian kecil.”
Pembaca yang mulia… ada sebuah bimbingan dari Ibnul Jauzi rahimahullah untuk kita agar selamat dari gangguan setan. Agar tidak terpengaruh oleh pengaruhnya yang menyesatkan. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,
لَا يزَال الْإِنْسَان صَرِيعًا تَحت الشَّيْطَان حَتَّى يذكر الله وَيَتْلُو الْقُرْآن فَحِينَئِذٍ يَسْتَوِي الْإِنْسَان قَائِما ويخر الشَّيْطَان صَرِيعًا فَمن شَاءَ ان يكون الْعَدو عَن لحاقه بطيئا فَلْيَكُن إِلَى الذّكر والتلاوة سَرِيعا استظهر بِشرب ترياق الْقُرْآن على سم أَفْعَى الشَّيْطَان قبل أَن تَمُوت لسقياه
❝ Seorang insan akan senantiasa takluk di bawah pengaruh setan, sampai dia berzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an. Maka ketika itu insan tersebut akan mampu berdiri tegak, sementara setan akan jatuh terkapar. Barang siapa yang menginginkan agar musuh dari belakangnya menjadi lambat maka cepat-cepatlah untuk berzikir dan bertilawah. Dengan meneguk penawar dari Al-Qur’an, jadikanlah itu sebagai perantara agar selamat dari racun berbisa dari setan sebelum engkau mati karena menenggaknya. ❞(At-Tadzkirah fil Wa’zh, hal. 152, Cet. Darul Ma’rifah)
Orang yang lalai dari mengingat Allah Ta’ala akan lebih mudah dipengaruhi oleh setan. Akan lebih mudah tergoda dengan rayuannya. Setan-setan itu menghiasi perbuatan-perbuatan dosa sehingga akan nampak indah bagi para pelakunya.
Karena itu, hendaknya kita senantiasa bersungguh-sungguh untuk selalu mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Membaca al-Qur’an adalah salah satu bentuk dzikir kepada Allah, ada kondisi-kondisi tertentu yang mana dzikir-dzikir (dengan lafadz tertentu yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) lebih ditekankan padanya, misalnya di waktu pagi dan petang, setelah sholat, dan waktu-waktu yang lainnya yang dianjurkan oleh Nabi dalam hadits-haditsnya.
Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang senantiasa mengingatMu. Mudahkanlah kami untuk berdzikir, bersyukur, dan memperbagus ibadah kami.
Referensi:
Channel Telegram: Catatan Thuwailib
=====
Muhammad Bagas Rizky Pratama, biasa dipanggil Bagas. Siswa jurusan keagamaan, MAN 2 Probolinggo. Lahir di Probolinggo pada tanggal 16 Maret 2006, dan sekarang berusia 16 tahun. Bertempat tinggal di Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kab. Probolinggo.
Komentar Terbaru