Beberapa waktu lalu, di Mapolsek Astana Anyar kota Bandung, terjadi peristiwa bom bunuh diri. Bom bunuh diri itu dilakukan oleh teroris yang mengatasnamakan Islam dan Jihad. Geram. Marah. Kesal rasanya ketika mendengar berita itu.
Peristiwa berdarah itu jelas telah mencoreng nama baik Islam. Syariat jihad tercoreng keindahannya akibat tindakan serampangan yang dilakukan para teroris.
Padahal, dalam Islam tidaklah diajarkan seperti itu. Islam tidak mengajarkan pemberontakan terhadap pemerintah, justru dalam Islam kita diperintahkan untuk taat kepada pemerintah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An-Nisa’ : 59)
Para ulama sepakat atas wajibnya taat kepada penguasa berdasarkan ayat tersebut. Selama bukan dalam kemaksiatan kepada Allah. Mereka juga telah sepakat bahwa memberontak pada pemerintah adalah tindakan yang dilarang. Bukan ajaran ahlus sunnah.
Tindakan semacam itu adalah tindakannya kaum teroris Khawarij. Mereka menghalalkan pemberontakan-pemberontakan terhadap penguasa. Memperbolehkan bom bunuh diri. Dan mengkafirkan orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.
Mereka memang tampak berpenampilan seperti seorang muslim ahlus sunnah lainnya. Mereka juga sholat dan berpuasa seperti kita. Namun ketahuilah, kita dan mereka jauh berbeda. Bertentangan.
Perbuatan mereka tidak didasari dengan ilmu. Mereka meneriakkan jihad padahal mencoreng nama baik syariat. Nyawa-nyawa tak bersalah melayang karena tindakan mereka yang serampangan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْتُلُوا ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ
“dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar” (QS. Al-An’am: 151)
Ya Allah, jagalah kami dan seluruh kaum muslimin di manapun berada. Jadikanlah negeri kami dan negeri-negeri kaum muslimin menjadi negeri yang aman. Berilah petunjukMu pada penguasa-penguasa kami.
Bionarasi~
Muhammad Bagas Rizky Pratama, biasa dipanggil Bagas. Siswa jurusan keagamaan, MAN 2 Probolinggo. Lahir di Probolinggo pada tanggal 16 Maret 2006, dan sekarang berusia 16 tahun. Bertempat tinggal di Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kab. Probolinggo.
Editor: Syafhira Khoirotun Zahra
Komentar Terbaru