Seorang gadis lucu, imut, nan menggemaskan. Terlihat ceria, manja, dan ada yang menilai cengeng, namun sebenarnya ada beban berat yang ia sembunyikan. Beban yang harus ia pikul, tuntutan yang harus ia laksanakan tanpa ada tawar menawar.
Jika anak lain dapat perhatian dari orang terdekatnya, ia sama sekali tidak. Ia merasa hanya menjadi boneka. Dituntut ini dan itu, tanpa pernah ada yang mendengar serta mempedulikan apa yang sebenarnya ia inginkan dan rasakan.
Ketika segala tuntutan dan target yang ditetapkan tak berhasil ia capai, ia harus siap dengan konsekuensinya. Fisiknya harus siap menerima hukuman hingga terluka, psikisnya harus rela diserang hinaan dan cacian yang membuat hatinya terasa begitu perih.
Ketika ia mencoba menyuarakan isi hati, semua seolah percuma. Bahkan ia justru kembali mendapatkan perlakuan kasar yang membuatnya semakin tertekan. Itu semua membuatnya merasa berbeda, terlebih ketika melihat teman-temannya yang begitu bahagia dengan hidup mereka.
Jika ditanya, apakah ia iri? Jawabannya, tentu! Hatinya mulai membandingkan, mulai merasa dirinya berbeda, dan mulai mempertanyakan kenapa harus dia dan bukan orang lain yang berada di posisinya.
Coretan ini harusnya menyadarkan siapa pun yang sering memberikan tuntutan berlebihan kepada anak. Sebab sadar atau tidak, perlakuan seperti ini bisa saja memicu trauma. Mebuat si anak menjadi terluka, tertekan, tak nyaman, bahkan bisa saja membuat si anak sulit berinteraksi dengan lingkungan. Terlebih luka seperti ini akan sulit disembuhkan, bahkan bisa saja akan abadi menjadi beban dalam hidup mereka.
=====
Hai! Perkenalkan nama saya Lesti Abelia, anak tunggal yang bercita-cita membahagiakan dan membanggakan orang tua. Lahir 6 November 2007 dan berasal dari Probolinggo. Saya lulusan dari SDN 1 Karanggeger, SMP 2 Pajarakan, dan sekarang saya sedang menjalani masa putih abu-abu di MAN 2 Probolinggo. Semoga senang membaca buah kalimat kreasi saya.
Komentar Terbaru