Lelaki.
Pelindung yang telah diberi amanah tanggung jawab untuk menjadi pemimpin bagi wanita.
Namun, sepertinya ada lelaki yang tak mengerti akan peran dan tugas yang harusnya mereka kerjakan.
Postur dan kekuatan yang harusnya ia gunakan untuk membuat titisan hawa merasa aman dan nyaman, justru menjadi senjata yang menyakitkan.
Tak hanya secara fisik, luka yang mereka torehkan juga tak jarang menyerang psikis yang mengakibatkan wanita berada dalam tekanan beban.
Lebih miris, banyak dari mereka yang seoalah bangga mempertontonkan kekerasan bahkan dihadapan mahluk yang harusnya tak melihat adegan kekerasan seperti anak-anak.
Sosok yang harusnya menjadi cinta pertama untuk anak-anaknya, justru menjadi monster yang menggurat rasa trauma yang entah kapan bisa disembuhkan.
Lalu, pantaskah lelaki diberi kepercayaan?
Menjadi sebuah pemakluman kalau setiap manusia punya cela, dan memiliki sisi kelamnya masing-masing.
Namun, hal itu tak menjadi dalih yang membenarkan segala tindak laku buruk dan kekerasan yang mereka lakukan.
Tentu tak semua lelaki bertabiat buruk seperti itu.
Sebab, masih banyak lelaki baik yang siap menjadi pelindung dan paham akan tugasnya sebabgai pemimpin.
Seperti Rasulullah yang sukses menjadi pahlawan bagi wanita, menjadi penyelamatperempuan dari derajat hina menuju derajat mulia.
Seperti Ali bin Abi Thalib, suami yang membuktikan dirinya sebagai pelindung Fatimah putri Sang Baginda.
Bisakah setiap lelaki mengikuti jejak kedua pria mulia tersebut?
Akankah setiap wanita mendapat pelindung seperti mereka berddua?
=====
Hai! Perkenalkan nama saya Lesti Abelia, anak tunggal yang bercita-cita membahagiakan dan membanggakan orang tua. Lahir 6 November 2007 dan berasal dari Probolinggo. Saya lulusan dari SDN 1 Karanggeger, SMP 2 Pajarakan, dan sekarang saya sedang menjalani masa putih abu-abu di MAN 2 Probolinggo. Semoga senang membaca buah kalimat kreasi saya.
Komentar Terbaru