Jumat, 04 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Pahitnya Sebuah Impian ~ Yunita Saifilla

“Ibu! Ayo, ayo!” Si gadis kecil berteriak kesenangan sambil berlari menuju gerbang SD.
“Jangan lari lari, Nana. Nanti jatuh.” Ibunya menasehati si gadis kecil bernama Nana.
Ketika sampai di depan kelas satu, Nana mendadak takut untuk memasuki kelas, “Ibu, Nana takut teman-teman jahat,” katanya sambil memeluk sang Ibu.
Sang ibu lantas menyamakan tingginya dengan Nana dan berucap, “Tak apa, Nana … nanti akan dapat teman yang banyak.”
Kemudian sosok wanita mendekati mereka dengan senyum yang terlihat jelas di wajahnya, “Halo, ini namanya siapa?”
Nana memalingkan wajahnya dari pelukan ibu dan melihat sosok wanita berpakaian guru, “Na- na,” ucap nya ragu-ragu.
Ibu guru itu menyamakan tingginya dengan Nana dan berucap, “Nana, mau masuk ke kelas dengan ibu guru?”
Nana lantas mengangguk, dan berpamitan kepada ibunya untuk masuk kelas. Nana mengikuti pelajaran dengan baik. Tiba saat nya jam istirahat, ia tak berani beranjak dari meja nya.
“Hai nama kamu siapa?” tanya seorang gadis kecil.
“Na- na,” balas nya dengan takut.
“Ayo keluar sama aku.” Anak kecil itu menawarkan keluar bersamanya.
Nana senang dengan tawaran teman barunya, lalu dia pergi ke ibu guru, “Ibu guru, Nana mau keluar sama Teman baru.”
“Hati-hati ya, jangan lari-lari.” Nasehat sang guru yang terlihat tersebyum dengan ramah.
=====
Sesampainya di rumah, Nana berlari menuju ayahnya dan bercerita kegiatannya di sekolah, “Tadi Yah di sekolah, nana bertemu ibu guru baikk dan cantik, nana ingin mengajar seperti ibu guru.”
“Hebat Anak Ayah, sini ayah pangku,” kata sang ayah yang terlihat bangga dengan anaknya yang telah memiliki cita-cita sejak kecil.
Malamnya, Nana masih menceritakan tentang kegiatan sekolah dan rasa kagumnya kepada ibu guru. Ayah dan ibunya dengan setia mendengar cerita anaknya yang sangat antusias dengan cita-citanya.
“Kalau Nana mau jadi guru, Nana harus giat belajar ya,” ucap sang ayah sambil tersenyum.
=====
Tahun demi tahun telah di lewati, kini Nana si gadis kecil yang selalu berangan-angan menjadi guru tumbuh dengan cepat. Kini gadis kecil itu merayakan ulang tahunnya yang ke-17 dengan keluarganya.
“Selamat ulang tahun anak ayah, semoga Nana tidak lupa dengan ibadah dan cita-cita Nana,” ucap sang ayah menyampaikan harapannya.
“Ibu akan selalu dukung Nana dalam segala hal, ibu bangga punya nana, selamat ulang tahun Nana kecilnya ibu,” tukas sang ibu dan mencium pipi Nana.
Tanpa sadar air mata Nana jatuh, terharu dengan ucapan mereka. Tak bisa ia bayangkan jika hidupnya akan dilalui tanpa mereka.
“Ibu dan ayah harus liat Nana menyandang gelar S.Pd,” pinta Nana kepada orang tuanya.
“Janji,” ucap ayah dan ibu Nana hampir bersamaan sambil mengulas senyum.
=====
Nana si gadis kecil yang bercita-cita menjadi guru kini telah menyandang gelar S.Pd, dan berhasil mewujudkan harapan orang tuanya. Teringat kembali dalam benak Nana akan janji ayah ibunya pada saat ulang tahunnya yang ke-17.
Nana menyusuri jalanan yang ramai kendaraan sambil memegang bunga cantik di tangannya. Ia berjalan lesu menuju tempat kedua orang tuanya beristirahat.
Sambil tersenyum, Nana menyapa mereka dan mengabarkan tentang kerhasilannya meraih gelar S.Pd.
Namun senyum itu sontak menghilang berganti luka yang amat mendalam. Sambil berlutut, Nana mengutarakan seluruh rasa sedih dalam hatinya.
“Katanya mau lihat Nana dapat gelar S.Pd, mana? Kok ayah sama ibu nggak datang.” Tangis Nana pecah diantara dua makam tempatnya mengadu luka.
Bagi Nana, semua hal yang telah ia raih tak lagi berarti. Gelar S.Pd yang ia peroleh, tak lagi bermakna, yang terasa hanya sakit dan air mata yang dirasakan Nana. Tanpa berpikir panjang, ia langsung mengakhiri hidup di dekat pohon melati tepat diantara makam ayah ibunya yang telah lebih dulu pergi meninggalkan Nana.

Baca juga:  Panji Pusaka ~ Salwa Nurul Asyifa

Bionarasi
Yunita Saifilla, lahir di tanjung 26 Maret 2008 dan menetap di tanjung. Menyelesaikan pendidikan sd di SDN tanjung pajarakan, lalu melanjutkan di SMPN 1 Pajarakan dan sekarang bersekolah di MAN 2 Probolinggo. Hobi membaca dan melukis. Bercita-cita menjadi guru. Instagram @onyours_afil

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR