“Huft, langit sepertinya menyadari perasaanku.”
“Kamu terlihat sedang memiliki masalah?”
“Hidup tanpa masalah, justru itulah masalahnya.”
“Iya juga ya … Jadi, kamu sedang memikirkan sesuatu?”
“Kamu terlalu tinggi untuk aku yang sayapnya sudah robek dari lama. Aku kelelahan mengejarmu, dengan kaki yang terluka.”
“maksudnya?”
“Tidak … bukan apa-apa. Aku hanya memikirkan langit. Sangat indah, tapi tak bisa kupeluk, sama sepertimu.”
“Kamu aneh”
“Kupikir dengan bertahan seperti ini, kau akan berubah dan menyukaiku. Tapi ternyata aku salah, malah perasaanku yang berubah.”
“Kamu kenapa sih?”
“Sampai jumpa di cerita dengan kisah yang lebih indah.”
“Kamu ngomong apa? Dari tadi ngelantur, coba jelaskan ada apa. Aku tidak paham.”
“Aku sedang mabuk. Mabuk dengan rasa sakit menyesakkan di setiap denyut nadi, di setiap detak jantung, di setiap hembusan nafas.”
“Menyedihkan ….”
–
Bionarasi ~
Helo aku Naila UciTri Damayanti, Gadis asal Probolinggo pengagum Lee Donghyuck dan hujan, namun takut saat guntur berbunyi. Saat ini sedang duduk di bangku jenjang MA dengan jurusan yang akan di pilih nya (IPS), bercita-cita menjadi jaksa hukum dan memakai almamater Universitas Brawijaya di depan makam ibunya.
Komentar Terbaru