Jumat, 04 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Hikmah Di Balik Musibah ~ Muhammad Bagas Rizky Pratama

Setiap orang pasti pernah tertimpa musibah. Karena dengan musibah tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menguji setiap makhlukNya, apakah ia termasuk orang yang bersabar terhadap ketentuan Rabbnya? Ataukah tidak.
Namun, Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah bertindak semena-mena terhadap makhlukNya. Ia menguji makhlukNya sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Bahkan dalam tiap musibah yang menimpa selalu terselip banyak kebaikanNya. Meski tidak disadari oleh kebanyakan orang. Banyak kisah yang membuktikan hal tersebut. Salah satunya adalah kisah Urwah bin Zubair radhiyallahu ‘anhuma.
Ketika salah satu kaki beliau harus diamputasi, beliau berkata,
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ ابْتَلَيْتَ لَقَدْ عَافَيْتَ، وَإِنْ كُنْتَ أَخَذْتَ لَقَدْ أَبْقَيْتَ أَخَذْتَ وَاحِدًا وَتَرَكْتَ ثَلَاثًا
“Ya Allah, Engkau menguji, Engkau pula yang memberi ‘afiyah (keselamatan). Jika Engkau mengambil, Engkau tidak mengambil seluruhnya. Engkau mengambil satu (maksudnya kaki beliau, pen) dan masih menyisakan tiga (kedua tangan dan satu kaki yang lainnya, pen).” (al-Maradh wal Kaffaaraat karya Ibnu Abid Dunya, no. 168. Via maktabah Syamilah)
Pembaca yang dirahmati Allah…
Alangkah indahnya kata-kata Urwah bin Zubair jika kita renungi. Bukankah dalam setiap ujian yang hadapi, ternyata masih banyak nikmat-nikmatNya yang tidak kita sadari. Kita merasa sangat kehilangan karena dicabutnya salah satu kenikmatan, namun tanpa sadar kita lalai dan tak mensyukuri nikmat-nikmat lainnya yang masih melekat di badan. Masih banyak nikmatNya yang bertebaran.
Ya Allah ampuni kami atas lalainya kami dari mensyukuri nikmat yang Kau berikan. Jadikanlah kami hamba yang senantiasa bersyukur.

Bionarasi
Muhammad Bagas Rizky Pratama, biasa dipanggil Bagas. Siswa jurusan keagamaan, MAN 2 Probolinggo. Lahir di Probolinggo pada 16 Maret 2006, dan sekarang berusia 15 tahun. Bertempat tinggal di Desa Sukokerto, Kec. Pajarakan, Kab. Probolinggo.

Baca juga:  Pelarian Candu ~ Fariha Ramadani

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR