Jumat, 04 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Cinta yang Hakiki ~ Aprilia Anggraini Putri

Ya, tak bisa dipungkiri bahwa semua yang ada di dunia ini tak luput dari cinta.
Inilah ma’hadku, “Ma’had Nurul Hasan”. Tepatnya tanggal 7 Oktober Ma’had Nurul hasan mengadakan maulid, yang dilanjutkan dengan makan bersama, ditambah berita yang sangat menyenangkan bagi para santri yaitu para santri diberikan kesempatan untuk pulang dan memperingati maulid di rumah bersama keluarga.
Dalam cerita maulid ketika pulang dari Ma’had pastinya semua santri mempunyai ceritanya masing-masing.
Contohnya saja peringatan maulid di desaku yang dilaksanakan ketika ba’da salat subuh bertempat di Masjid Al-Mukarom Al-Habib Hadi bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Peringatan maulid Nabi setelah salat subuh sangatlah luar biasa karena diikuti oleh seluruh warga,walaupun peringatan maulid dilaksanakan setelah salat subuh. hal ini merupakan wujud cinta umat kepada Rasulullah.
This image requires alt text, but the alt text is currently blank. Either add alt text or mark the image as decorative.
Cinta itu berbicara dengan kerinduan dan perasaan.
Hanya mereka yang mencintai yang dapat merasakan arti cinta yang sesungguhnya.
Cinta tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.
Ini merupakan sedikit ungkapan Sayyidah Rabiah Al-Adawiyah tentang cinta.
Cinta merupakan salah satu fenomena alamiah. Kita pasti pernah merasakannya.Cinta memang tidak pernah salah, tapi yang harus diperhatikan kepada siapa cinta itu kita sandarkan, dan apakah layak untuk kita pertahankan.
Diceritakan pada suatu ketika datanglah seorang nenek kepada imam Hasan Al-Bashri. Dengan muka sedih nenek itu menceritakan bahwa dia mempunyai seorang anak gadis semata wayang yang sudah meninggal. Begitu cinta nenek tersebut kepadanya, dan begitu cantik anak itu sehingga kesedihan akibat kematiannya belum terhapus sama sekali.
“Wahai tuan guru, beberapa hari ini Saya merindukan mendiang anak saya, Saya ingin bertemu bercakap-cakap dan mencium pipinya meskipun hanya dalam mimpi saja. Berikanlah saya amalan-amalan agar maksud saya bisa kesampaian.”
Waliyullah itu terharu terdiam beberapa lama. Kemudian beliau menjawab, “Ibu cinta kepada Rasulullah?” nenek itu pun mengangguk.
“Tidak ada cinta yang lebih besar selain kepada Rasulullah. Bacalah sholawat kepadanya semampu ibu, resapkanlah dan jadikanlah sholawat itu seperti tumpahan cinta ibu kepada nabi.”
Sebulan dari rumah imam Hasan Al-Basri, nenek tua itu benar-benar menjalankannya. Tidak henti-hentinya dia membaca sholawat, hingga malam harinya hajatnya pun terkabul, ia bertemu dengan anaknya dalam mimpi.
Namun, alangkah tambah sedih hatinya menyaksikan nasib anaknya yang dilihat dalam mimpi itu. Gadis cantik yang sewaktu hidup diberikannya mahkota berlian ternyata sekarang yang terdengar di kepalanya adalah berarti yang menyala-nyala. Betis yang biasanya tertutup dengan kain sutra Yang mengkilat kini dilihat diikat dengan rantai besi yang merah terbakar dan melepuhkan daging kaki yang indah itu. Karena kaget melihat nasib anaknya itu ia menjerit dan terbangun.
Saat pagi hari ia bergegas mendatangi rumah imam Hasan Al-Bashri. Diceritakanlah semua apa yang dilihat dalam mimpinya itu. Mendengar cerita sang nenek sang imam ikut merasa sedih dan tak terasa air matanya pun ikut jatuh bercucuran.
Suatu saat ketika beliau sedang beristirahat merebahkan badan, tiba-tiba datanglah seorang gadis yang sangat cantik sambil tersenyum manis dalam mimpinya. Mahkota berlian yang berkelap-kelipnya bagaikan ribuan bintang di langit menghiasi kepalanya. Makanya sutra halus dan berbau wangi. Dan anehnya imam Hasan tidak mengenalinya.
“Wahai tuan,apakah anda tidak mengenal saya?” tanya gadis tersebut yang hanya dibalas gelengan kepala oleh Imam Hasan Al-Bashri.
“Tuhan masih ingat kepada seorang nenek yang minta amalan-amalan agar bertemu dengan anak yang sudah meninggal?”
“Iya,” jawab Imam Hasan Al-Bashri singkat.
“Saya adalah anak nenek itu,” sahut gadis itu yang membuat Sang Imam terheran-heran.
“Ibumu mengatakan engkau dalam keadaan tersiksa. Kalau benar kejadian apa yang telah menyebabkan terangkatnya kedudukanmu menjadi terhormat seperti sekarang?”
“suatu hari, lewatlah seorang laki-laki di atas kuburan kami. Dia adalah seorang yang taat kepada seluruh ajaran Nabi, dia merupakan sosok yang sangat mencintai Baginda Rasulullah. Dengan segenap jiwanya ia membaca shalawat dengan khidmat yang ditujukan untuk kami. Maka dengan itu serentak siksaan yang sedang melanda kami dicabut seluruhnya oleh Allah.”
Demikianlah mimpi yang didapat oleh imam Hasan Al-Bashri. Semua pandangan itu diceritakannya kepada ibu si gadis. Sehingga tenanglah hidup nenek tersebut sampai matinya. Hilanglah darinya bayangan buruk tentang anak yang dicintainya itu.
Seperti itulah gambaran cinta jika kita sandarkan kepada orang yang layak, makan kebaikan yang akan kita dapatkan nantinya. Bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk orang yang berada di sekitarnya. Karena cinta membuahkan kebaikan, sudah seharusnya bagi orang yang sedang jatuh cinta untuk berbuat baik kepada yang dicintainya, dan konsisten untuk berimplementasi terhadap apa yang disukainya.

Bionarasi
Aprilia Anggraini Putri lahir di Bangkalan Tanggal 16 April 2002. Jenjang pendidikan sekolah dasar MI Salafiyah, MTS Salafiyah, dan sekarang melanjutkan ke man 2 Probolinggo jurusan IPA.
Selain menjadi pelajar,ia mengabdi di TPQ Sukomulyo,yang dikenal dengan Rumah ABATA. Pada 2015, ia berhasil menjuarai Kompetisi Sains Madrasah (KSM).

Editor : Ahmad Syarif

Baca juga:  Secandu Hujan ~ Putri Sri Utami

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR