Rabu, 09 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Yang Bergelar Al-Ashamm (si tuli) ~ Muhammad Bagas Rizky Pratama

Hatim al-Ashamm رحمه الله -semoga Allah merahmatinya-. Nama lengkap beliau adalah Hatim bin Unwan bin Yusuf. Beliau dipuji oleh Imam adz Dzahabi sebagai seorang ahli zuhud, panutan, dan pendidik umat.

Beliau digelari sebagai al-Ashamm (si tuli). Meski demikian, beliau bukanlah orang yang tuli.

Suatu saat ada yang bertanya kepada Hatim. Di tengah pertanyaan, orang tersebut buang angin (kentut).

Supaya orang tersebut tidak merasa malu, Hatim mengesankan dirinya memiliki kekurangan pendengaran.

“Angkat suaramu dan ulangi pertanyaanmu!” Kata Hatim.

Hatim wafat tahun 237 H. Rahimahullah -semoga Allah merahmati beliau-. [Dikutip dari buku anak muda dan salaf]

Bimbingan Nabi ﷺ ketika mendengar seseorang buang angin

عــن عبــدالله بن زمــعة رضـي الله عــنه، أن النــبي ﷺ وعــظهم في ضحــكهم من الضــرطة فــقال : لِــمَ يَضْــحَكُ أَحَــدُكُمْ مِمَّا يَفْــعَلُ [ رواه البــخاري ومســلم ]

Dari Abdullah bin Zam’ah radhiyallahu ‘anhu

Sungguh nabi ﷺ memberikan wejangan kepada mereka (para sahabat) ketika mereka tertawa karena ada (seseorang) yang kentut. Beliau berkata : “Karena apa salah satu dari kalian tertawa terhadap apa yang kalian alami juga”. [Riwayat Al-Bukhary dan Muslim]

قــال الإمــام النــووي رحــمه الله :

وفيــه النــهي عن الضــحك مــن الضــرطة يســمعها من غيــره، بــل ينــبغي أن يتــغافل عنــها ويستــمر على حــديثه

واشتــغاله بــما كـان فــيه من غــير التــفات ولا غــيره، ويــظهر أنــه لم يســمع. وفــيه حــسن الأدب والمــعاشرة. [ شــرح مســلم (١٧/١٨٨) ]

Berkata Al-Imam An-Nawawi رحمه الله

Dalam hadits tersebut, ada larangan mentertawakan kentut yang terdengar oleh orang lain, bahkan seharusnya untuk tidak menghiraukannya serta tidak membicarakannya. Dan (seharusnya) menyibukkan diri terhadap apa yang terjadi, dengan cara tidak tolah-toleh ataupun selainnya, juga (seharusnya) menampakkan bahwa ia tidak mendengarnya. Maka dalam perkara tersebut ada kebagusan adab dan kebagusan pergaulan (terhadap sesama). [Syarhu Muslim 17/188]

Baca juga:  Raga yang Hilang ~ Naurah Salsabila Auliya

Namun tentu saja tidak boleh juga seseorang bersengaja untuk kentut ketika ada banyak orang. Karena ini jelas mengganggu orang lain dan bertentangan dengan sifat malu.

Nabi ﷺ memerintahkan seseorang yang bersendawa agar menahan sendawanya sehingga tidak terdengar oleh orang lain.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Ada seorang yang bersendawa di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda: ‘Tahanlah sendawamu agar tidak terdengar oleh kami”. (HR. Tirmidzi no. 2478, dihasankan al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi).

Jika sendawa saja kita diperintahkan agar ditahan. Lantas bagaimana dengan kentut yang pasti lebih mengganggu orang daripada sendawa. Hendaknya kita menjauh dari banyak orang agar tidak mengganggu mereka. Nabi ﷺ bersabda: “Wahai orang-orang yang telah masuk Islam, namun iman belum masuk pada hatinya, janganlah kalian mengganggu sesama Muslim” (HR. At Tirmidzi no.2032, dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu anhu. Dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Semoga Allah memberikan kita akhlak yang baik dalam bergaul dan menjauhkan kita dari akhlak yang buruk.

Bionarasi
Muhammad Bagas Rizky Pratama, biasa dipanggil Bagas. Siswa kelas 12 jurusan keagamaan, MAN 2 Probolinggo. Lahir di Probolinggo pada tanggal 16 Maret 2006, dan sekarang berusia 16 tahun. Bertempat tinggal di Desa Sukokerto, Kec. Pajarakan, Kab. Probolinggo.

Editor = Aisyah

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR