Mengapa kita harus belajar bahasa Mandarin?
Bahasa ini merupakan bahasa kedua di dunia yang digunakan untuk berkomunikasi. Lebih dari satu milyar orang di seluruh dunia berbicara dalam bahasa mandarin. Perekonomian China yang sekarang semakin berkembang akan menjadi perekonomian terbesar di dunia dalam waktu beberapa tahun.
Perusahaan lebih suka memperkerjakan orang yang lancar berbahasa mandarin karena ini merupakan pra-syarat untuk banyak pekerjaan di Asia Tenggara; juga organisasi multinasional di Eropa, Australia, dan Amerika yang memiliki transaksi bisnis, atau yang ingin memperluas perusahaan mereka di Cina, atau area lainnya yang berbicara dalam bahasa mandarin. Banyak pekerjaan lokal juga memerlukan keahlian dalam berbahasa mandarin.
Belajar bahasa mandarin, akan memberikan anda peluang positif ketika berhubungan dengan pendaftaran kerja dan wawancara. Jika posisi tersebut berhubungan dengan transaksi dengan klien cina, tambahan keahlian dalam berbahasa mandarin dan pengertian akan budaya cina akan memberi kesan positif kepada orang yang mewawancarai anda.
Perekonomian China meningkat drastis mulai tahun 1990’an hingga sekarang. Peranan China dalam perekonomian juga sangat besar yang bisa kita lihat dalam berbagai bidang. Banyak perusahaan yang dimiliki oleh orang China di Indonesia. Selain itu, juga banyak perusahaan besar yang memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan China baik yang ada diluar dan di dalam negeri.
Sudah jelas sekali jika kamu ingin lebih dipertimbangkan dibanding dengan tenaga profesional lainnya, kamu harus menguasai Bahasa Mandarin yang jadi bahasa resmi orang China.
Bahkan Presiden George Bush memberikan dana sebesar 114 juta dolar dalam rangka peningkatan studi Bahasa asing di sekolah-sekolah. Salah satu Bahasa asing yang dimaksud adalah Bahasa Mandarin. Langkah ini sudah dimulai sejak tahun 2005. Itu artinya, para elite sudah memperkirakan jika tiongkok akan menjadi salah satu ladang ekonomi besar dunia di masa depan.
Jadi, belajar bahasa Mandarin sangat penting untuk karir masa depan kita.
Penulis : Rohmatul Adhimah (Siswi XII IPA SKS)
Komentar Terbaru